Jusuf Kalla Membuka Makassar Leadership Summit 2026, Menegaskan Kepemimpinan di Tengah Disrupsi

Jusuf Kalla Membuka Makassar Leadership Summit 2026, Menegaskan Kepemimpinan di Tengah Disrupsi
Jusuf Kalla Membuka Makassar Leadership Summit 2026, Menegaskan Kepemimpinan di Tengah Disrupsi
Banner DPRD Makassar

Rumipos.com, Makassar, Kamis, 01/10/2026 — Kepemimpinan di era disrupsi menjadi fokus Makassar Leadership Summit 2026 yang akan digelar di Sandeq Ballroom, Claro Hotel Makassar.

Tujuan dan Tema Makassar Leadership Summit 2026

The Future of Leadership Starts Here menjadi tema acara yang dihadirkan oleh PMSM, GNIK, dan APINDO.

Acara dirancang sebagai ruang dialog lintas sektor untuk mempertemukan pemimpin, praktisi, profesional, dan komunitas.

Keputusan untuk menggelas summit ini diambil karena kepemimpinan saat ini dituntut membaca perubahan, membangun kepercayaan, dan mengambil keputusan yang bermakna.

“Leadership bukan hanya tentang sebesar posisi yang kita miliki, tetapi tentang sebesar kemampuan kita menciptakan perubahan, menumbuhkan orang lain, dan meninggalkan organisasi dalam kondisi yang lebih baik,” kata Fauziah Zulfitri, S.Psi., M.M., PCC, Ketua Panitia Makassar Leadership Summit 2026 sekaligus Founder Insight Indonesia, Kamis, 01/10/2026.

Sesi pembuka diisi oleh H.M. Jusuf Kalla dengan keynote berjudul “Leading from the East”.

Dalam keynote tersebut Jusuf Kalla menyoroti pengalaman kepemimpinan yang berakar dari Indonesia Timur, menekankan keberanian mengambil tanggung jawab dan membangun kepercayaan.

Keynote kedua disampaikan oleh Prof. Yassierli, Ph.D., Menteri Ketenagakerjaan RI, berjudul “Transforming Bureaucracy for Faster and Impactful Labor Policies”.

Ia menjelaskan bagaimana pemimpin dapat mendorong transformasi birokrasi agar lebih adaptif, responsif, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil.

Selanjutnya, agenda meliputi panel Inclusive & Sustainable Leadership yang membahas people, planet, dan nilai jangka panjang.

Panel Human Centered Leadership mengeksplorasi empati, autentisitas, ke rentanan, kepercayaan, serta hubungan pengalaman karyawan dengan kinerja.

Panel Transformational Leadership menyantumkan Irfan Setiaputra (mantan CEO Garuda Indonesia), Tommy Watimena (CEO Giant Foods), dan Neneng Goenadi (CEO Grab Indonesia) untuk membahas cara menantang status quo dan mengelola perubahan yang berarti.

Panel Resilience Leadership membahas cara mengubah tantangan menjadi pertumbuhan.

Panel AI Ready Leadership mengeksplorasi bagaimana memulai perjalanan AI yang relevan dengan nilai bisnis, pelanggan, orang, dan keputusan.

“Kita sedang berada pada fase ketika organisasi tidak hanya membutuhkan leader yang mampu mencapai target, tetapi leader yang mampu membaca perubahan dan menggerakkan manusia untuk menghadapinya bersama. Karena itu, leadership development tidak boleh berhenti pada pengetahuan. Ia harus diterjemahkan menjadi cara berpikir, cara mengambil keputusan, dan cara memperlakukan manusia di dalam organisasi,” kata Hasnaeni Asri, Wakil Direktur GNIK Area Sulsel, Kamis, 01/10/2026.

Hasnaeni Asri menambahkan bahwa forum seperti MLS penting bagi ekosistem kepemimpinan Sulawesi Selatan karena mempertemukan berbagai industri dan latar belakang.

Pengalaman personal dan praktik nyata menjadi bagian inti dari setiap sesi, sehingga peserta dapat menerjemahkan insight menjadi tindakan setelah kembali ke organisasi.

Acara ditutup oleh Fauziah Zulfitri dengan sesi wrap up yang mengajak peserta memilih satu insight, membuat komitmen tindakan, dan menjawab pertanyaan refleksi tentang apa yang akan mereka lakukan berbeda sebagai pemimpin esok hari.

Dengan demikian, Makassar Leadership Summit 2026 berupaya menjadi tempat perjumpaan gagasan tentang kepemimpinan masa depan dari Indonesia Timur untuk percakapan yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *