Sulseltimes.com, Makassar, Jumat, 09/10/2026 — Makassar Leadership Summit 2026 menghadirkan peserta penuh kursi dan menyoroti nilai kepemimpinan Bugis-Makassar serta prinsip inklusi dan keberlanjutan.
Kehadiran dan Entusiasme Peserta
Seluruh kursi di ruang acara Hotel Claro Makassar terisi penuh oleh peserta dari berbagai sektornya.
Ketua Organizing Committee Fauziah Zulfitri mengapresiasi antusiasme yang ditunjukkan.
“Semua kursi penuh. Pembicara hebat bukan hanya dari Makassar, tetapi juga dari Jakarta. kami ucapkan terima kasih untuk semua yang mensukseskan event hari ini,” kata Fauziah Zulfitri, Ketua Organizing Committee, Jumat, 09/10/2026.
Pesan Jusuf Kalla tentang Kepemimpinan Bugis-Makassar
Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla menyampaikan keynote speech melalui video dari Amerika Serikat.
Dia mengangkat nilai-nilai kepemimpinan yang dikenal dalam budaya Bugis-Makassar.
Menurutnya seorang pemimpin setidaknya harus memiliki empat karakter yakni macca atau cerdas, warani atau berani, getteng atau tegas, serta malempu atau jujur.
Kecerdasan tidak selalu ditentukan oleh tingginya pendidikan formal.
Sejarah menunjukkan tokoh dengan pendidikan formal tidak tinggi namun mampu menjadi pemimpin.
Keberanian diperlukan untuk mengambil keputusan.
Setelah keputusan dibuat ketegasan atau getteng diperlukan untuk menjalankannya tanpa ragu.
Nilai terakhir adalah kejujuran atau malempu baik terhadap orang lain diri sendiri maupun organisasi yang dipimpin.
“Kepemimpinan itu perlu memberi manfaat lebih luas tidak hanya profit tetapi juga memberi manfaat bagi lingkungan tumbuh bersama masyarakat memenuhi prinsip ESG,” kata Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI, Jumat, 09/10/2026.
Perspektif dari Praktisi dan Pemerintah
Chief Human Capital PT Vale Indonesia Heriyanto Agung Putra menekankan kepemimpinan inklusif dan berkelanjutan.
“Siapa pun bisa jadi apa pun sepanjang dia punya keinginan energi dan passion untuk bisa mencapai itu,” kata Heriyanto Agung Putra, Chief Human Capital PT Vale Indonesia, Jumat, 09/10/2026.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menambahkan bahwa ekonomi Makassar kuartal terakhir tumbuh 7,05 persen.
Ia menanyakan apakah pertumbuhan ini sudah berdampak langsung kepada masyarakat.
Karena itu ia mengarahkan pergantian dari good government menuju impactful government yang benar-benar menghasilkan dampak bagi masyarakat.
Salah satu terobosan yang disebut adalah aplikasi Lontara+ yang mengintegrasikan 341 aplikasi lokal Makassar ke dalam satu platform.
Kesan Akhir dari Acara
Pesan-pesan yang disampaikan menjadi benang merah yakni kepemimpinan tidak hanya tentang posisi atau kewenangan tetapi tentang keberanian mengambil keputusan dan memastikan keputusan memberi manfaat bagi orang lain masyarakat dan lingkungan.











