Ritual Andingingi Melauhi Pembukaan Festival Pinisi Keempat 2026 di Bulukumba

Ritual Andingingi Melauhi Pembukaan Festival Pinisi Keempat 2026 di Bulukumba
Ritual Andingingi Melauhi Pembukaan Festival Pinisi Keempat 2026 di Bulukumba
banner BPKAD Kota Makassar 728x90

Rumipos.com, Makassar, Kamis, 15/10/2026 — Ritual Andengingi telah dijalankan sebagai pemacu rangkaian Festival Pinisi XVI Tahun 2026 di Lapangan Desa Tambangan, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba.

Tradisi Anderingi Memimpin Pembukaan Festival Pinisi Keempat 2026

Kegiatan ritual adat ini dihadiri Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf serta para pemangku adat Kajang atau Galla, pimpinan DPRD Bulukumba, Sekretaris Daerah Muh. Ali Saleng, serta anggota ODP dan masyarakat adat.

Tradisi Andingingi merupakan kearifan lokal masyarakat Kajang yang berfungsi sebagai simbol pelestarian tradisi leluhur sekaligus pengingat tentang keseimbangan antara manusia dan alam.

Kelangsungan Warisan Budaya Kajang

Penelanan ritually ini menjadi bagian dari upaya menjaga nilai-nilai adat yang masih dijalankan hingga saat ini oleh para pemangku adat.

Wali Kota Makassar Appi Terima Penghargaan Nasional sambil menegaskan komitmen memperkuat gerakan zakat.

Tunu Panroli Warnai Festival Pinisi kekejapanan sebagai Bupati Gowa dan Husniah menegaskan sikap dan pesan keluarga besar.

Mahkamah Partai NasDem memanggil Didis Suryadi untuk sidang sengketa pergantian pimpinan.

Astra Motor Ambon Gaungkan semangat katong baku dengan jaga lengan bagi pembagian masker.

Kepala Desa Tanah Toa Zulkarnain, yang merupakan pemangku adat bergelar Galla Lombu, menjelaskan bahwa pelaksanaan Andingingi menjadi bagian dari upaya mempertahankan warisan leluhur.

“Ritual Andingingi ini merupakan tradisi yang terus kami lestarikan,” kata Zulkarnain. “Maknanya adalah menjaga keharmonisan antara alam dan masyarakat agar kehidupan senantiasa tenteram, damai, serta masyarakat memperoleh rezeki yang berlimpah.”

Proses ritual harus mendapatkan persetujuan Ammatoa selaku pemimpin adat Kajang dan dilaksanakan sesuai ketentuan adat yang berlaku.

Ritual ini juga digelar di beberapa lokasi berdasarkan jadwal dan kesepakatan dalam tatanan adat masyarakat Kajang.

Keluarga Besar dan Budaya Kajang

Festival Pinisi keempat tahun ini diacomodir oleh berbagai tradisi dan pertunjukan budaya khas Kajang.

Antara activity yang hadir adalah Angngaru Kajang, Tari Pabitte Passapu yang dibawakan para tetua adat Tunu Panroli, Pa Basing, dan Kelong Jaga.

Pengunjung juga dapat mengenal keterampilan tradisional masyarakat Kajang melalui demonstrasi pembuatan sarung Kajang asli serta menikmati sajian kue khas sebagai bagian dari kekayaan kuliner lokal.

Beragam kegiatan ini memperlihatkan luasnya warisan budaya Kajang dari ritual adat hingga seni pertunjukan dan keterampilan kerajinan serta kuliner tradisional.

Daya Tarik Festival dan Identitas Kajang

Melalui Festival Pinisi XVI Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bulukumba berharap tradisi dan kearifan lokal semakin dikenal luas serta tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Pembukaan festival melalui ritual Andingingi menegaskan bahwa daya tarik pariwisata Bulukumba tidak hanya terletak pada keindahan alam dan tradisi maritim, tetapi juga pada nilai-nilai adat yang hidup dalam keseharian masyarakat.

Dengan demikian, Festival Pinisi menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia, tradisi, dan alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *