Rumipos.com, Jakarta, Minggu, 01/11/2026 — Personel Polda Metro Jaya membagikan makanan dan menyapa peserta Apel Akbar 1.000 Relawan Kemanusiaan untuk Palestina di Monumen Nasional.
Pelayanan publik ini diintegrasikan dengan pengamanan pejalan kaki dan pengaturan kendaraan di sekitar lokasi kegiatan.
Pendekatan Humanis Petugas
Petugas mendekati peserta yang beristirahat bersama keluarga di lokasi acara.
Sejumlah polisi menyapa anak-anak, berbincang dengan warga, dan membagikan makanan kepada peserta.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto mengatakan petugas mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif selama acara berlangsung.
“Keselamatan masyarakat, baik peserta kegiatan maupun warga yang beraktivitas di sekitarnya menjadi prioritas utama,” kata Budi Hermanto, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Minggu, 01/11/2026.
Pengaturan Lalu Lintas dan Parkir
Petugas lalu lintas ditempatkan di akses menuju Monas untuk membantu keselamatan pejalan kaki dan menjaga mobilitas masyarakat.
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan pengaturan lalu lintas secara situasional karena kegiatan berlangsung bersamaan dengan Hari Bebas Kendaraan Bermotor.
Lima kantong parkir disiapkan di Silang Monas Tenggara, Stasiun Gambir, Masjid Istiqlal, IRTI, dan Gedung Danareksa.
Apel Akbar diikuti oleh sekitar 1.000 relawan kemanusiaan dari unsur penyelamatan, medis, jurnalistik, konstruksi, dan aktivitas sosial.
Kegiatan menjadi pembuka rangkaian Bulan Solidaritas Palestina 2026 yang diselenggarakan Aqsa Working Group sepanjang November.
Ketua Panitia Bulan Solidaritas Palestina 2026 Yusuf Maulana menyebut Monas dipilih agar pesan kemanusiaan dan dukungan bagi rakyat Palestina menjangkau masyarakat lebih luas.
Pembukaan juga dihadiri Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfatah A.K. Al-Sattari dan Kepala Subdirektorat Dakwah dan Hari Besar Islam Kementerian Agama Husni Ismail.
Rangkaian acara menampilkan parade relawan serta pengibaran bendera Indonesia dan Palestina sebagai simbol solidaritas kemanusiaan.
Budi mengajak peserta mengikuti arahan petugas, saling menghormati, dan menjaga ketertiban agar kegiatan publik di kawasan Monas tetap berjalan aman.


