Berita  

Investasi Dalam Negeri Tembus Rp1.998,7 Triliun dalam Dua Tahun

Investasi Dalam Negeri Tembus Rp1.998,7 Triliun dalam Dua Tahun
Investasi Dalam Negeri Tembus Rp1.998,7 Triliun dalam Dua Tahun
banner BPKAD Kota Makassar 728x90

Rumipos.com, Bogor, Minggu, 01/11/2026 — Investasi dalam negeri mencapai Rp1.998,7 triliun dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, menyerap 5,49 juta tenaga kerja.

Investasi Dalam Negeri Capai Rp1.998,7 Triliun dalam Dua Tahun

Domestik investasi mencapai Rp1.998,7 triliun selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto atau 50,9 persen dari total investasi nasional, kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Anindya Bakrie, Minggu, 01/11/2026.

Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi atau BKPM mencatat total realisasi investasi periode Oktober 2024 hingga September 2026 mencapai Rp3.923,2 triliun, kata Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani, Minggu, 01/11/2026.

Dari jumlah itu, investasi asing tercatat Rp1.924,5 triliun atau 49,1 persen, tambah Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi, Minggu, 01/11/2026.

Anindya menilai besarnya investasi domestik menunjukkan peran strategis pengusaha nasional, termasuk pelaku usaha kelas menengah, dalam memperkuat ketahanan ekonomi.

Serapan Tenaga Kerja dan Distribusi Regional

Realisasi investasi selama dua tahun telah menyerap 5.485.944 tenaga kerja Indonesia, kata Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi, Minggu, 01/11/2026.

Investasi di luar Jawa mencapai Rp2.031 triliun atau 51,8 persen, sedangkan investasi di Jawa tercatat Rp1.892,2 triliun atau 48,2 persen, kata Rosan Perkasa Roeslani, Minggu, 01/11/2026.

Sepanjang Januari hingga September 2026, realisasi investasi mencapai Rp1.539,2 triliun dan tumbuh 7,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, kata Rosan Perkasa Roeslani, Minggu, 01/11/2026.

Capaian sembilan bulan tersebut setara dengan 75,4 persen dari target investasi 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun, kata Rosan Perkasa Roeslani, Minggu, 01/11/2026.

Realisasi Januari hingga September 2026 menyerap 2.194.496 tenaga kerja Indonesia.

Penyebaran Geografis Investasi

Jakarta mencatat realisasi investasi terbesar sebesar Rp249,3 triliun, disusul Jawa Barat Rp229,1 triliun, Sulawesi Tengah Rp116 triliun, Jawa Timur Rp110,5 triliun, dan Maluku Utara Rp96 triliun.

Prioritas Sektor dan Hilirisasi

Dunia usaha berkomitmen mendukung pengembangan industri kendaraan listrik, energi terbarukan, dan pusat data, kata Anindya Bakrie, Minggu, 01/11/2026.

Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk meningkatkan penggunaan komponen lokal dan memperkuat kapasitas industri nasional.

Kadin juga mendorong pengusaha daerah dan pelaku usaha menengah untuk berkembang agar dapat bersaing di tingkat nasional maupun global.

Realisasi investasi hilirisasi sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai Rp480 triliun atau 31,2 persen dari total investasi nasional pada periode tersebut, kata Rosan Perkasa Roeslani, Minggu, 01/11/2026.

Sektor mineral menjadi penyumbang terbesar investasi hilirisasi dengan nilai Rp335,1 triliun, diikuti perkebunan dan kehutanan Rp83,6 triliun, minyak dan gas bumi Rp54 triliun, serta perikanan dan kelautan Rp7,3 triliun.

Pertemuan di Hambalang diikuti sekitar 250 anggota Kadin dari seluruh Indonesia dan 400 peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia. Presiden Prabowo memberikan arahan kepada peserta sekaligus mendengarkan laporan dunia usaha mengenai investasi dan kontribusi sektor swasta terhadap pembangunan.

Data dan pernyataan tersebut menggambarkan peran aktif sektor swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *