Peluncuran Gerakan Peduli Tetangga di Makassar
Rumipos.com, Makassar, Minggu, 04/10/2026 — Kota Makassar terpilih sebagai pilot project nasional dalam penguatan sistem Perlindungan Sosial (Perlinsos) 2026 melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga yang diluncurkan oleh Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di GOR Sudiang, Jalan Pajjaing Nomor 73, Makassar.
Peluncuran gerakan itu dihadiri ribuan pengurus RT dan RW se-Kota Makassar sebagai agen utama peningkatan akurasi data masyarakat.
Dalam sambutannya, Munafri Arifuddin menyatakan penunjukan Makassar merupakan bentuk kepercayaan untuk meningkatkan kualitas pendataan masyarakat.
“Ini juga peluang untuk kami meningkatkan kualitas pendataan masyarakat dan memastikan program bantuan pemerintah menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan,” ujar ia.
Gerakan Peduli Tetangga menghubungkan fungsi administratif RT/RW dengan identifikasi kondisi riil masyarakat untuk memperbaiki data sosial ekonomi.
Kementerian Sosial juga mengintegrasikan data kependudukan Dukcapil dengan DTSEN BPS serta menghubungkan lima kementerian lainnya untuk membangun sistem perlindungan sosial yang lebih akurat.
Target 50 Persen dan Digitalisasi Perlinsos
Pemkot Makassar mencapai progres pendataan sebesar 31 persen pada Oktober 2026 naik 12 persen dari tiga bulan sebelumnya.
Dengan jumlah kepala keluarga diperkirakan 456 ribu KK, 6.032 pengurus RT-RW diprioritaskan sebagai agen utama Perlinsos.
Wali Kota targets penyelesaian 50 persen pendataan hingga akhir 2026 untuk memastikan jangkauan layanan hingga 50 persen wilayah perkotaan.
Gus Ipul menegaskan digitalisasi Perlinsos mencakup registrasi ulang dengan teknologi biometrik serta ruang partisipasi masyarakat untuk mengusulkan atau menyanggah data penerima bantuan.
“Masyarakat boleh usul, boleh menyanggah,” katanya, Minggu, 04/10/2026.
Dengan respons koreksi dalam 11-12 menit jika data lengkap, digitalisasi diharapkan mempercepat pelayanan publik.
Makassar menjadi ruang uji gabungan komunitas lingkungan dengan sistem digital nasional dalam membangun perlindungan sosial yang inklusif.
Partisipasi RT/RW, pemuda, dan organisasi kemasyarakat diharapkan memperluas jangkauan hingga warga yang selama ini terlewat dari data.


