Kolaborasi Gastronomi Makassar-Prancis Dorong Barongko Naik Kelas hingga Mendunia

Kolaborasi Gastronomi Makassar-Prancis Dorong Barongko Naik Kelas hingga Mendunia
Kolaborasi Gastronomi Makassar-Prancis Dorong Barongko Naik Kelas hingga Mendunia
banner BPKAD Kota Makassar 728x90

Rumipos.com, Makassar, Kamis, 24/09/2026 — Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham mendorong penguatan barongko melalui kolaborasi gastronomi Makassar-Prancis agar kudapan tradisional berbahan dasar pisang itu lebih praktis, menjangkau pasar luas, dan berpotensi masuk pasar internasional.

Kolaborasi Gastronomi Makassar dan Prancis

Aliyah menyampaikan hal itu saat menghadiri Rendez-Vous Rasa 2026 – France Indonesia Gastronomy Week di Anjungan Pantai Losari, Jalan Penghibur, Makassar, Kamis, 24/09/2026.

Kegiatan yang diselenggarakan Alliance Française Makassar bersama sejumlah mitra dari Prancis dan Indonesia ini mempertemukan kekayaan kuliner Makassar dengan perspektif gastronomi Prancis sebagai ruang kolaborasi budaya.

“Harapan saya, kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi ada kesinambungan dan keberlanjutan,” kata Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Kamis, 24/09/2026.

Barongko Didorong Naik Kelas

Aliyah menilai barongko, makanan tradisional Bugis-Makassar, memiliki peluang dikembangkan melalui inovasi rasa, bentuk, kemasan, dan metode penyajian.

Menurutnya, pendekatan tersebut dapat membuat barongko lebih praktis tanpa menghilangkan identitas dan karakter kuliner lokal.

“Mudah-mudahan dari sini muncul ide dan gagasan baru, apakah dari rasanya, kemasannya atau cara penyajiannya, sehingga bisa menjadi makanan yang lebih praktis dan bisa dinikmati oleh semua kalangan,” kata Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Kamis, 24/09/2026.

Ia berharap inovasi itu membantu kuliner tradisional menjangkau konsumen yang lebih luas, termasuk wisatawan mancanegara.

Kolaborasi dengan Chef dan Alumni Sekolah Kuliner

Aliyah juga mendorong keterlibatan para chef dan alumni sekolah kuliner internasional di Makassar dalam membangun ekosistem gastronomi kota.

Ia menilai banyak alumni sekolah kuliner internasional di Makassar dapat dikumpulkan untuk bertukar pikiran.

“Mereka bisa dikumpulkan dan diajak berdiskusi untuk melahirkan ide dan kreativitas baru, sehingga tercipta kuliner hasil kolaborasi Makassar dan Prancis,” kata Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Kamis, 24/09/2026.

Rendez-Vous Rasa 2026 melibatkan Chef Stéphane Carrade, peraih dua bintang Michelin, Chef Eko Hadiwijaya, alumni Le Cordon Bleu Paris, serta Chef Natalia Tanyadji, pemilik Mama Toko Kue.

Membuka Peluang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Aliyah berharap kolaborasi ini memberi dampak lebih luas bagi pelaku usaha kuliner, pariwisata, dan ekonomi kreatif Makassar.

Menurutnya, pengembangan gastronomi dapat memperkuat identitas budaya sekaligus membuka peluang promosi daerah dan nilai ekonomi bagi pelaku usaha.

“Jangan sampai setelah kegiatan ini selesai, semuanya berhenti sebagai seremoni,” kata Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Kamis, 24/09/2026.

“Kita berharap ada hasil yang melekat, ada inovasi baru yang bisa kita persembahkan untuk Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia, bahkan diperkenalkan ke dunia internasional,” kata Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Kamis, 24/09/2026.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Achmad Hendra Hakamuddin, perwakilan dari unsur Prancis dan Indonesia, serta perwakilan DPD ASITA Sulawesi Selatan.

Pemerintah Kota Makassar mendorong barongko mempertahankan karakter tradisionalnya sambil diolah dengan pendekatan gastronomi modern agar lebih menarik dan memiliki nilai ekonomi yang lebih besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *