Berita  

600 Ton Beras Bulog Diduga Dioplos, Mentan Amran Ancam Pecat Oknum yang Terlibat

600 Ton Beras Bulog Diduga Dioplos, Mentan Amran Ancam Pecat Oknum yang Terlibat
600 Ton Beras Bulog Diduga Dioplos, Mentan Amran Ancam Pecat Oknum yang Terlibat
banner BPKAD Kota Makassar 728x90

Rumipos.com, Jakarta, Jumat, 30/10/2026 — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap dugaan pengoplosan sekitar 600 ton beras subsidi pemerintah yang seharusnya dijual dengan harga terjangkau, tetapi diduga dikemas ulang dan dipasarkan sebagai beras premium dengan harga lebih tinggi.

Dugaan Pengoplosan Beras Subsidi

Amran melakukan inspeksi mendadak di sebuah rumah yang diduga digunakan untuk pengolahan dan pengemasan beras di kawasan Kayumanis, Matraman, Jakarta Timur.

Beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang seharusnya dijual Rp12.500 per kilogram diduga dialihkan menjadi beras premium dengan harga mencapai Rp17.000 per kilogram.

Selisih harga Rp4.500 per kilogram tersebut dinilai merugikan masyarakat yang menjadi sasaran program pemerintah.

“Yang jelas penemuan saat ini sekarang 600 ton, berarti ini ribuan ton. Ini sudah tidak sehat ini,” kata Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian, Jumat, 30/10/2026.

Informasi awal mengenai dugaan pengoplosan tersebut berasal dari aparat kepolisian, termasuk Polres Jakarta Timur dan Badan Intelijen dan Keamanan Polri.

Amran juga menyebut adanya informasi bahwa beras yang diduga disalahkan berasal dari gudang di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dampak dan Tindakan Lanjut

Setelah meninjau lokasi di Kayumanis, Amran melanjutkan inspeksi mendadak ke Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, dan menemukan lokasi lain yang diduga terkait pengoplosan.

Amran menegaskan bahwa pegawai Perum Bulog maupun Kementerian Pertanian yang terbukti terlibat harus diproses sesuai ketentuan hukum.

Pemerintah bersama aparat kepolisian diharapkan dapat memastikan seluruh pihak yang terbukti terlibat diproses secara hukum serta mencegah praktik serupa kembali terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *