Unhas Kembangkan Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular, Libatkan Maggot dan Ayam Alope

Unhas Kembangkan Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular, Libatkan Maggot dan Ayam Alope
Unhas Kembangkan Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular, Libatkan Maggot dan Ayam Alope
banner BPKAD Kota Makassar 728x90

Fasilitas Pengolahan Terpadu Dimulai

Rumipos.com, Makassar, Selasa, 20/10/2026 — Universitas Hasanuddin meluncurkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu berbasis ekonomi sirkular yang mengubah sampah menjadi maggot, pakan ternak, dan pupuk organik sambil mendukung pengurangan emisi karbon.

Proses dimulai dari area pemilahan dan pencacahan sampah. Sampah yang telah dipilah direduksi dan dicacah hingga mencapai ukuran yang sesuai untuk memasuki tahap pengolahan berikutnya.

Rombongan kemudian meninjau fasilitas budidaya maggot BSF. Larva serangga ini dimanfaatkan untuk mengonversi sampah organik menjadi biomassa kaya protein yang berpotensi menjadi pakan ternak.

Di kandang ayam Alope, unggas lokal khas Sulawesi Selatan, biomassa maggot dapat menjadi sumber protein pakan ternak.

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan

Melalui pendekatan ekonomi sirkular, produk dari satu tahapan dapat menjadi sumber daya bagi tahapan lain, mengurangi timbunan sampah dan menghasilkan pupuk organik.

Hasil pengolahan bahan organik dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk, sementara residu media budidaya cacing berpotensi menjadi pembenah tanah.

Kolaborasi Indonesia-Inggris dapat mendorong penerapan solusi iklim inovatif melalui riset dan pemanfaatan teknologi yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian,” kata Dominic Jermey CVO OBE, British Ambassador to Indonesia and Timor-Leste, Selasa, 20/10/2026.

Budidaya Maggot dan Ayam Alope

Budidaya maggot BSF dan pemeliharaan ayam Alope menjadi bagian dari upaya membangun rantai produksi yang saling terhubung, menciptakan nilai ekonomi dengan biaya pemeliharaan terjangkau.

Ayam Alope sebagai unggas lokal Sulawesi Selatan juga memiliki potensi mendukung pengembangan ekonomi daerah, membuka peluang usaha produktif bagi masyarakat.

Vermikomposting dan Pengolahan Sampah

Proses vermikomposting memanfaatkan cacing untuk menguraikan bahan organik, menghasilkan kasgot yang berpotensi menjadi pembenah tanah dan bahan pupuk organik.

Rumah lalat BSF juga ditinjau untuk melihat peran serangga pengurai dalam pengolahan sampah organik, melengkapi sistem pengolahan terpadu.

Dampak dan Kesimpulan

Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menegaskan bahwa kolaborasi internasional penting untuk mendorong riset yang menjawab persoalan nyata di masyarakat.

Kerja sama ini sangat luar biasa bagi Unhas, terutama dalam mengembangkan riset agar hasilnya benar-benar menjadi solusi,” kata Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., Rector of Unhas, Selasa, 20/10/2026.

Ia berharap model pengelolaan sampah terpadu yang dikembangkan Unhas dapat diterapkan di berbagai daerah, membantu mengurangi timbunan sampah sekaligus membuka peluang usaha berbasis sumber daya lokal.

Melalui uji coba operasional TPST tersebut, Unhas mendorong pengembangan solusi berbasis riset untuk pengelolaan sampah, pengurangan emisi, dan penguatan ekonomi sirkular.

Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi model pengelolaan sampah yang dapat dikembangkan lebih luas, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan rendah karbon dan keberlanjutan lingkungan.

Rumipos.com tetap menyajikan berita terkini dan mendalam tentang inovasi dan kolaborasi di Sulawesi Selatan dan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *