Sulseltimes.com, Makassar, Selasa, 22/09/2026 — Rupiah dibuka melemah terhadap dolar AS di level Rp17.860 per dolar AS setelah turun 0,56 persen pada perdagangan Senin.
Berdasarkan data Refinitiv, rupiah mengalami koreksi 0,20 persen pada pembukaan Selasa. Posisi ini merosot dari penutupan Senin di level Rp17.830 per dolar AS.
Pasar Tunggu Keputusan BI Rate di RDG
Pergerakan rupiah tengah dibayangi sentimen eksternal dan domestik. Pelaku pasar fokus pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang menjadi momen perdana Destry Damayanti sebagai Gubernur BI definitif.
Pada RDG Agustus lalu, BI memilih menahan suku bunga acuan di level 5,75 persen untuk menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi di kisaran 2,5±1 persen.
Konsensus pasar memperkirakan BI akan mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen pada RDG Selasa. Suku bunga deposit facility dan lending facility juga diprediksi tetap di masing-masing 4,75 persen dan 6,5 persen.
Dolar AS Menguat Usai Sinyal The Fed
Penguatan dolar AS terdorong oleh keputusan The Fed yang menaikkan suku bunga acuan sekaligus memberi sinyal pengetatan moneter susulan.
Berdasarkan data CME FedWatch, ekspektasi pasar atas kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober naik ke 55 persen dari posisi 43 persen pekan lalu.


