Sulseltimes.com, Makassar, Selasa, 13/10/2026 — Pemerintah Kota Makassar memperkuat konsep kota cerdas melalui aplikasi Lontara+, integrasi big data, dan pusat kendali 24 jam untuk meningkatkan layanan publik.
Lontara+ Integrasikan Berbagai Layanan Publik
Lontara+ menjadi pintu masuk digital bagi warga untuk mengakses layanan pemerintah.
Melalui aplikasi tersebut masyarakat dapat mengakses layanan pengaduan, administrasi kependudukan, pembayaran pajak, kesehatan, pendidikan, informasi harga pangan, cuaca dan kebencanaan, pariwisata, ketenagakerjaan, hingga transportasi.
Lontara+ juga mengintegrasikan informasi dan layanan sejumlah program pemerintah, seperti Makassar Creative Hub, Sistem Penerimaan Murid Baru, nikah massal, bantuan sosial, perizinan, serta layanan persampahan.
“Melalui integrasi sistem, pengelolaan data terpadu, dan penguatan pemantauan kinerja, kami ingin memastikan teknologi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat,” kata Muhammad Roem, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Selasa, 13/10/2026.
Pendekatan satu platform ini diharapkan dapat memangkas kerumitan akses layanan, sehingga warga tidak perlu berpindah-pindah aplikasi untuk memenuhi berbagai kebutuhan administrasi dan memperoleh informasi publik.
Pengelolaan Data Terpadu Dukung Pemantauan Kinerja
Pemkot Makassar mengembangkan Data Lake/Big Data sebagai pusat integrasi, penyimpanan, dan pengolahan data dari berbagai organisasi perangkat daerah.
Data yang terkumpul kemudian dimanfaatkan melalui dashboard pemantauan yang terbagi dalam empat lapisan, yakni strategis, taktis, operasional, dan teknis.
“Pembagian ini memungkinkan pemantauan dilakukan sesuai kebutuhan, mulai dari pengambilan keputusan pimpinan hingga pelaksanaan pekerjaan di lapangan,” kata Roem, Selasa, 13/10/2026.
Angka Penyelesaian Aduan
Menurut data, 29.389 tiket pengaduan melibatkan 52 OPD. Dari jumlah tersebut, 27.104 tiket atau 92,22 persen telah berstatus closed.
Sementara itu, 2.172 tiket atau 7,39 persen masih dalam proses, 111 tiket atau 0,38 persen berstatus on hold, dan dua tiket atau 0,01 persen tercatat dalam status lainnya.
Rata-rata waktu penyelesaian pengaduan mencapai lima hari tujuh jam 28 menit.
Command Center Beroperasi 24 Jam
Command Center menjadi pusat kendali yang mengintegrasikan berbagai sumber informasi, termasuk data warga, media sosial, dan kamera pengawas atau CCTV.
Command Center beroperasi selama 24 jam dengan sistem pergantian petugas. Fasilitas ini mendukung pemantauan kondisi perkotaan sekaligus membantu pemerintah merespons berbagai persoalan yang membutuhkan koordinasi cepat.
Pengakuan dan Dampak
Pengembangan layanan digital dan penguatan sistem pelayanan turut mengantarkan Pemkot Makassar memperoleh sejumlah penghargaan.
Makassar terlibat dalam pilot nasional program Pantau SPMB yang melibatkan Kementerian PANRB, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Ombudsman.
Pemkot Makassar memperoleh apresiasi Ombudsman Sulawesi Selatan, masuk dalam daftar 10 pemerintah daerah terbaik Indonesia pada GM-Digital Awards 2025, serta meraih penghargaan TOP Digital Awards 2025 dalam dua kategori.
“Dengan penguatan ekosistem digital ini, kita berupaya mewujudkan pengelolaan perkotaan yang semakin inovatif, responsif, dan transparan,” tutup Roem, Selasa, 13/10/2026.


