Rumipos.com, Gowa, Minggu, 27/09/2026 — Pelatihan manajemen komunitas literasi di Taman Bacaan Masyarakat di Perpustakaan Abdurrasyid Daeng Lurang menguatkan kapasitas 13 komunitas literasi dan TBM di Kabupaten Gowa.
Pelatihan Intensif Menguatkan Pengelolaan TBM
Kegiatan dua hari diaktsiram oleh 41 peserta dari 13 komunitas literasi dan TBM se-Kabupaten Gowa bertujuan mendorong keberlanjutan gerakan literasi.
Pelatihan yang dijadwalkan pada 26–30 September 2026 diresmikan oleh Gowa Menyala zusammen dengan Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Andi Bunga Tongeng, pimpinan Gowa Menyala, menyatakan pelatihan ini dirancang agar komunitas mampu mengelola organisasi dan program literasi secara lebih terarah, berkelanjutan, serta berdampak luas.
“Pengelola komunitas dan TBM perlu memiliki kecakapan dalam menyusun program, mengelola organisasi, membangun kemitraan, hingga evaluasi kegiatan,” ujar Andi Bunga.
Kontribusi Kolaborasi Sektor Publik dan Lembaga Pendukung
Partisipasi juga melibatkan perwakilan Forum TBM Sulawesi Selatan, Forum TBM Kabupaten Gowa, Dinas Perpustakaan, Kearsipan Sulsel, serta relawan Gowa Menyala.
Galang Pratama, Ketua Forum TBM Sulawesi Selatan, mengapresiasi materi pelatihan sebagai solusi untuk mengatasi tantangan tata kelola administrasi yang masih banyak tempat dilakukan yang kurang dipahami oleh pengelola komunitas.
“Pelatihan ini sangat penting karena masih banyak teman-teman pengelola yang kurang memahami sistem administrasi dan struktur organisasi. Padahal, berkomunitas pun kita harus tertib administrasi agar pengelolaan punya dasar yang jelas,” kata Galang.
Kep eruhan Skill dan Kolaborasi Terus-menerus
Perluas gerakan literasi memerlukan kolaborasi dengan TBM di berbagai desa-desa untuk mencapai dampak yang lebih luas.
Rifka Azisah Ibrahim, pengelola TBM Umah Finger, menjelaskan bahwa pelatihan memberikan fondasi untuk merancang program kerja yang terukur serta membangun jaringan antarkomunitas.
Andi Bunga Tambahan menekankan bahwa program „Ceritakan Bukumu“ bertujuan mendorong masyarakat dewasa kembali berinteraksi dengan buku di tengah arus informasi media sosial.
“Jika ingin dampak yang lebih luas, Gowa Menyala tidak bisa berjalan sendiri. Kita harus berkolaborasi dengan TBM yang ada di desa-desa,” tuturnya.
Program pelatihan ini terwujud atas kerja sama Gowa Menyala dengan Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Kemendikdasmen, melalui Program Bantuan Fasilitasi Komunitas Literasi.
Melalui penguatan kapasitas tersebut, Gowa Menyala mengharapkan gerakan literasi berbasis kesukarelaan di Sulawesi Selatan terus tumbuh berkelanjutan, membawa semangat untuk menyalakan akal dan budi dari Gowa untuk Indonesia.


