Rumipos.com, Makassar, Rabu, 30/09/2026 — Di tengah panjang antrean BBM di Sulawesi, PT Vale Indonesia bersama mitranya sedang membangun rantai pasok energi kendaraan listrik mulai dari pengolahan nikel hingga showroom motor listrik skala kecil.
Showroom Motor Listrik di Gowa Jadi Solusi Alternatif
Pedagang di Jalan Usman Salengke, Gowa, Maxsi Totok Kurniawan membuka showroom motor listrik roda tiga untuk para pedagang.
Kendaraan listrik yang dijualnya dapat diisi dengan listrik rumah daya 2.200 watt selama enam jam dan menempuh jarak hingga 100 kilometer.
Biaya pengisiannya hanya sekitar Rp15 ribu, jauh lebih murah dibandingkan kendarakan bensin yang membutuhkan biaya sekitar Rp150 ribu untuk jarak yang sama.
“Efisiensi cost-nya sangat tinggi. Kita tahu era ini lagi sulit, bensin juga lagi sulit. Harapan kami orang-orang bisa makin irit dengan menggunakan kendaraan listrik,” kata Maxsi, Rabu, 30/09/2026.
Setelah beralih ke kendaraan listrik, sejumlah kendarakan bensin miliknya tidak lagi menjadi pilihan utama.
Dengan biaya operasional yang jauh lebih rendah, uang sebelumnya habis untuk bahan bakar kini bisa dialihkan untuk kebutuhan keluarga.
PT Vale Kembangkan Industri Baterai di Morowali dan Pomalaa
Di Morowali, PT Vale Indonesia bersama GEM Co. Ltd. dan EcoPro mengembangkan proyek High Pressure Acid Leaching (HPAL) Sambalagi.
Pada Juli 2026, autoclave sebagai komponen utama dalam proses HPAL telah tiba di kawasan tersebut.
Fasilitas ini mengolah bijih nikel limonit kadar rendah menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), bahan utama untuk baterai lithium-ion.
Proyek ini dirancang dengan kapasitas sekitar 90.000 ton kandungan nikel per tahun dalam bentuk MHP.
Bijih limonitnya berasal dari tambang PT Vale di Bahodopi, dengan kebutuhan sekitar 10,4 juta ton bijih per tahun.
Nilai proyek Morowali diperkirakan sekitar US$1,9 miliar.
Di Pomalaa, Sulawesi Tenggara, dua unit autoclave pertama untuk proyek HPAL Pomalaa telah didatangkan pada Desember 2025 lalu.
Fasilitas tersebut ditargetkan menghasilkan hingga 120.000 ton MHP per tahun.
Tiga Proyek Nasional PT Vale-MIND ID di Sulawesi
PT Vale Indonesia, bagian dari MIND ID, mengembangkan tiga proyek hilirisasi terintegrasi di Sulawesi: IGP Morowali, IGP Pomalaa, dan IGP Sorowako Limonite.
Total nilai investasi ketiganya sekitar US$7,2 miliar.
Morowali difokuskan pada pengembangan tambang dan fasilitas HPAL, sementara Pomalaa menjadi proyek yang lebih maju dengan investasi sekitar US$3,2 miliar.
Sorowako Limonite masih berada pada tahap awal pengembangan dan diharapkan beroperasi penuh sekitar 2028.
Industri Rendah Karbon dan Kontribusi ke Negara
Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menyebutkan bahwa proyek HPAL dirancang dengan teknologi rendah karbon.
Termasuk Waste Heat Recovery Power Generation yang memanfaatkan panas sisa produksi untuk menghasilkan listrik.
Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga surya juga akan mendukung operasional proyek.
“Perusahaan IUPK seperti PT Vale membayar profit sharing sebesar 10 persen dari keuntungan bersih ke negara,” ungkap Bernardus, Rabu, 30/09/2026.
HPAL akan menyuplai bahan baku baterai untuk kendaraan listrik EV.
MIND ID melalui Indonesia Battery Corporation (IBC) mengembangkan ekosistem baterai kendaraan listrik untuk kepentingan Tanah Air.
Industri Baterai CATIB di Karawang dan Potensi Penghematan BBM
Industri baterai terbesar di Indonesia, PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) di Karawang, Jawa Barat, mulai beroperasi pada Juli 2026.
CATIB adalah perusahaan patungan antara IBC dan CBL, anak usaha Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL) dari Tiongkok.
Kapasitasnya bisa mencapai hingga 15 Giga Watt hour (GWh).
“Kapasitasnya bisa mencapai hingga 15 Giga Watt hour (GWh). Saat ini tahap pertama sudah dibangun dengan kapasitas 6,9 GWh,” ungkap Direktur Utama IBC Aditya Farhan Arif, Rabu, 30/09/2026.
Jika CATIB dengan kapasitas 15 GWh beroperasi, negara berpotensi menghemat hingga 28 juta liter BBM per tahun.
Industri ini akan menyuplai baterai untuk kendaraan listrik EV, Hybrid EV, hingga BESS (Battery Energy Storage System).
Dampak Transformasi Energi di Sulawesi
Transformasi ini menggambarkan perubahan posisi PT Vale dari perusahaan yang bertumpu pada satu basis operasi di Sorowako menjadi perusahaan dengan tiga basis pertumbuhan.
Ketiganya memiliki tujuan penting untuk masa depan negeri: memanfaatkan limonit untuk menghasilkan MHP, yang menjadi bagian dari rantai bahan baku baterai.
Semangat penjual kendaraan listrik di Gowa hingga apa yang sedang ditanamkan PT Vale di Sulawesi akan mendorong orang menuju transisi energi.
PT Vale sedang menyambung rantai pasok energi di Tanah Air, dan membuat masa depan yang lebih berkelanjutan.
Dari pengolahan nikel hingga ke showroom motor listrik, langkah nyata sedang dilakukan untuk mendukung adopsi kendaraan listrik dan mengurangi ketergantungan pada BBM.
Dengan demikian, Sulawesi tidak hanya menjadi tempat mineral nikel ditambang, tetapi juga bagian dari ekosistem industri baterai yang panjang.








