Sulseltimes.com, Makassar, Jumat, 09/10/2026 — Koalisi Pemikir Literasi dan Gagasan (Kopling) Sulawesi Selatan mengkritik keras pemberitaan media siber PenaLutim yang diduga merekayasa berita permohonan maaf PT Vale demi kepentingan pribadi pemiliknya.
Tudingan Rekayasa Berita dan Pelanggaran Kode Etik
Koordinator Kopling Sulsel Ramlah Rahayu menilai narasi PenaLutim mencederai marwah pers dan citra media siber Sulsel.
“Saat media siber diharapkan menjadi sumbu literasi dan wadah gagasan yang konstruktif PenaLutim justru selalu membuat pemberitaan yang menyesatkan dan memelintir fakta,” kata Ramlah Rahayu, Koordinator Kopling Sulsel, Jumat, 09/10/2026.
Ramlah membeberkan dugaan pelanggaran kode etik jurnalistik di PenaLutim.
Redaksi diduga tidak pernah mewawancarai narasumber dari manajemen PT Vale yang namanya dicantumkan dalam berita.
“Kami menerima informasi valid bahwa karyawan PT Vale yang namanya dicantumkan dalam berita PenaLutim sebenarnya tidak pernah diwawancarai oleh redaksi mereka,” kata Ramlah Rahayu, Koordinator Kopling Sulsel, Jumat, 09/10/2026.
Berita itu diduga sengaja ditayangkan oleh pemilik PenaLutim berinisial RM untuk mengakali publik.
Dugaan Penyalahgunaan Profesi dan Kepentingan Pribadi
Kopling Sulsel menuding RM memanfaatkan Forum Komunikasi Masyarakat Balambano (FKMB) sebagai tameng.
RM kerap menerima fasilitas dari pihak PT Vale.
“RM ini memanfaatkan posisi dan institusi persnya dengan tendensi negatif,” kata Ramlah Rahayu, Koordinator Kopling Sulsel, Jumat, 09/10/2026.
Tindakan menyalahgunakan profesi jurnalis demi kepentingan pribadi dinilai merusak citra media siber Sulsel dan dunia jurnalistik.
Dugaan rekayasa merujuk pada pemberitaan klaim permohonan maaf terbuka PT Vale kepada RM.
Dalam berita tersebut Senior Koordinator Eksternal PT Vale Iskandar Ismail dinarasikan mengaku lalai menyebarkan isu miring.
Kopling Sulsel mengendus klaim itu merupakan skenario sepihak yang dirancang RM.
Hal itu diduga untuk membersihkan nama baik serta mengamankan posisi dalam konflik proyek jalur pipa minyak.
Hingga berita ini diturunkan pihak redaksi PenaLutim maupun RM belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan serius tersebut.

