Rumipos.com, Jakarta, Rabu, 07/10/2026 — Radiator motor dapat dicegah dari kerusakan dengan perawatan rutin, penggantian coolant, dan pemeriksaan komponen pendingin seperti tutup, sirip, dan selang.
Perawatan Rutin Coolant dan Komponen Pendingin
“Lakukan penggantian cairan radiator setiap 12.000 kilometer atau satu tahun sekali, mana yang lebih dulu tercapai,” kata Astra Motor, Perusahaan, Rabu, 07/10/2026.
“Gunakan coolant berkualitas yang sesuai spesifikasi pabrikan,” kata Astra Motor, Perusahaan, Rabu, 07/10/2026.
Selain coolant, kondisi tutup radiator juga perlu diperiksa karena tutup yang aus atau rusak dapat mengganggu kemampuan sistem dalam mempertahankan tekanan.
Sirip radiator harus dibersihkan secara rutin dari debu, lumpur, serangga, atau kotoran lain yang menempel dan menghambat pelepasan panas.
Pembersihan dapat dilakukan dengan semprotan air bertekanan rendah agar tidak merusak bagian radiator.
Pengendaraan disarankan tidak menggunakan air biasa sebagai pengganti coolant karena kandungan mineral dapat mempercepat korosi pada komponen sistem pendingin.
Selang radiator perlu diperiksa untuk memastikan tidak terdapat retakan, kebocoran, atau perubahan kondisi seperti mengeras.
“Selang yang retak atau mengeras harus segera diganti sebelum bocor dan menyebabkan masalah lebih besar,” kata Astra Motor, Perusahaan, Rabu, 07/10/2026.
Langkah Pencegahan Saat Overheat dan Pemeriksaan Sebelum Berkendara
Jangan memaksa motor tetap berjalan ketika mesin mengalami overheat.
Jika indikator temperatur menunjukkan suhu terlalu tinggi, pengendara sebaiknya segera menepi di tempat aman, mematikan mesin, dan membiarkannya mendingin.
Memaksakan motor berjalan saat sistem pendingin bermasalah justru meningkatkan risiko kerusakan mesin.
Perawatan di bengkel resmi dianjurkan karena teknisi dapat melakukan pemeriksaan sistem pendingin secara lebih menyeluruh.
Pengendara yang sering melewati jalan berbatu atau medan berat dapat mempertimbangkan penggunaan pelindung radiator untuk mengurangi risiko kerusakan akibat benturan benda asing.
Pemeriksaan radiator dapat dimasukkan dalam rutinitas sebelum berkendara dengan memeriksa level cairan pada reservoir.
Pastikan volume cairan berada di antara batas minimum dan maksimum.
Jika volume terus berkurang, pemeriksaan lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya kebocoran.
Dengan perawatan yang konsisten, sistem pendingin dapat bekerja lebih optimal sehingga risiko radiator rusak maupun mesin mengalami overheat dapat ditekan.
“Perawatan rutin yang konsisten dan penggunaan cairan pendingin yang tepat” menjadi salah satu kunci menjaga radiator sekaligus mesin motor tetap dalam kondisi baik, kata Astra Motor, Perusahaan, Rabu, 07/10/2026.


