Rumipos.com, Jakarta, Kamis, 05/11/2026 — Pemerintah Australia mengirim dua pesawat untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Timur.
Perkuat Operasi Pemadaman
Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan operasi udara direncanakan berlangsung selama tujuh hari mulai besok.
Bantuan dari New South Wales Rural Fire Service terdiri atas satu pesawat C-130 Large Air Tanker dan satu pesawat pemandu Cessna Citation.
Armada tersebut telah disiapkan di Bandara Halim Perdanakusuma bersama pilot, kru, tenaga paramedis, dan personel pendukung.
Kapasitas Pemboman Air
Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi mengatakan bantuan Australia akan memperkuat pemadaman darat, operasi modifikasi cuaca, dan pemboman air yang sedang berjalan.
“Ada satu pesawat C-130, kemudian ada pesawat Cessna Citation sebagai pemandunya,” kata Kristomei Sianturi, Kepala BNPB, Kamis, 05/11/2026.
Duta Besar Australia untuk Indonesia Roderick Bruce Brazier menjelaskan Large Air Tanker mampu menjatuhkan hingga 15.000 liter air dalam satu penerbangan.
Pesawat itu diperkirakan dapat menjalankan hingga enam penerbangan setiap hari dengan menyesuaikan kondisi operasi dan keselamatan.
“Pengerahan armada merupakan tindak lanjut asesmen teknis bersama antara Indonesia dan Australia dalam penanganan karhutla,” kata Roderick Bruce Brazier, Duta Besar Australia untuk Indonesia, Kamis, 05/11/2026.
Kerja Sama Tetangga
Kristomei mengapresiasi dukungan tersebut sebagai wujud kerja sama dua negara tetangga ketika menghadapi bencana.
BNPB mengimbau masyarakat menghentikan pembakaran lahan agar operasi petugas tidak terhambat.
Risiko asap serta penyakit saluran pernapasan diharapkan dapat dikurangi.
Operasi difokuskan pada titik kebakaran di Kalimantan Timur untuk mempercepat pemadaman dan melindungi warga terdampak.


