Rumipos.com, Makassar, Rabu, 28/10/2026 — SMPN 15 Makassar melibatkan siswa dan guru menanam bibit cabai menggunakan kompos dari sampah daun melalui program BERSAUDARAKI.
Inovasi BERSAUDARAKI Mengubah Sampah Jadi Sumber Belajar
Program BERSAUDARAKI singkatan dari Bersih dari Sampah Daun Menuju Urban Farming Sekolah Kita.
Siswa menanam bibit cabai di polybag dengan media tanam kompos hasil olahan daun kering di lingkungan sekolah.
Kepala UPTD SPF SMP Negeri 15 Makassar Mutmainnah S.Pd. M.Pd. menjelaskan alur kegiatan dimulai dari pengumpulan dan pemilahan sampah daun hingga perawatan tanaman.
“Tujuannya bukan hanya membuat sekolah lebih bersih dan hijau tapi memberi pengalaman nyata kepada murid tentang kepedulian lingkungan ketahanan pangan dan pembelajaran kontekstual,” kata Mutmainnah Kepala UPTD SPF SMP Negeri 15 Makassar Rabu 28/10/2026.
Ia menambahkan hari ini anak-anak menanam cabai besok mereka panen hasil karya sendiri.
Mendukung Gerakan Sekolah Bersih Murid Hebat Masa Depan Kuat
Kegiatan ini menjadi wujud nyata dukungan sekolah terhadap gerakan Sekolah Bersih Murid Hebat Masa Depan Kuat.
Pihak sekolah berharap kebun cabai berfungsi sebagai sarana pembelajaran sekaligus menghasilkan tanaman bermanfaat bagi warga sekolah.
Program ini memperkenalkan konsep urban farming yaitu pertanian perkotaan dengan lahan terbatas.
Pengolahan sampah daun menjadi kompos bertujuan mengurangi limbah organik sekaligus menyediakan media tanam mandiri.
Keberlanjutan program bergantung pada perawatan bibit pengelolaan kompos dan keterlibatan warga sekolah pasca penanaman.


