Rumipos.com, Makassar, Sabtu, 10/10/2026 — SD Negeri Ujung Tanah 2 Makassar menggelar Diseminasi Praktik Baik Kampanye Aksi Generasi Iklim untuk membiasakan perilaku ramah lingkungan pada siswa.
Kampanye Aksi Generasi Iklim di Sekolah Dasar
Kegiatan diseminasi praktik baik tersebut digelar UPT SPF SD Negeri Ujung Tanah 2 Makassar pada Jumat, 09/10/2026.
Kegiatan ini didukung LEGO Foundation, Save the Children, dan CYAN.
Tujuannya mengenalkan kepedulian lingkungan serta langkah menghadapi perubahan iklim sejak usia sekolah dasar.
Kepala UPT SPF SD Negeri Ujung Tanah 2 Makassar, Kasmawati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan sambutan di hadapan peserta.
“Melalui Kampanye Aksi Generasi Iklim ini, kami ingin anak-anak SD Negeri Ujung Tanah 2 menjadi agen perubahan,” kata Kepala UPT SPF SD Negeri Ujung Tanah 2 Makassar, Kasmawati, S.Pd., M.Pd., Sabtu, 10/10/2026.
Pendidikan diarahkan pada kemampuan akademik dan pembentukan kepedulian anak terhadap kelestarian bumi.
Kepedulian lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Contohnya ialah membiasakan memilah sampah, menanam dan merawat pohon, menggunakan air seperlunya, serta mematikan perangkat listrik saat tidak digunakan.
Siswa diajak memahami hubungan kebiasaan sehari-hari dengan upaya menjaga lingkungan tempat tinggal dan belajar.
Keterlibatan LEGO Foundation, Save the Children, dan CYAN disebut sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.
Informasi jumlah peserta dan rincian sesi secara terperinci belum disebutkan dalam keterangan kegiatan.
Dari Kebiasaan Sederhana Menuju Pendidikan Peduli Iklim
Pengenalan perubahan iklim pada anak sekolah dasar perlu dikaitkan dengan contoh yang dapat mereka lihat dan lakukan.
Adaptasi perubahan iklim berarti menyesuaikan kebiasaan dan kondisi agar dampaknya lebih mudah dihadapi.
Sementara itu, mitigasi berkaitan dengan upaya mengurangi penyebab perubahan iklim termasuk menggunakan energi secara lebih hemat.
Penghematan air, perawatan tanaman, dan pengelolaan sampah yang benar dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan tanggung jawab terhadap lingkungan sejak dini.
Sekolah dan keluarga juga memiliki peran penting untuk membantu anak mempertahankan kebiasaan tersebut secara konsisten.
Pesan kampanye akan lebih mudah diterapkan apabila anak memperoleh contoh serupa di kelas, halaman sekolah, dan rumah.
Kegiatan ini sejalan dengan perhatian sekolah pada penguatan kualitas belajar melalui lokakarya pembelajaran mendalam untuk para guru.
Diseminasi praktik baik tersebut diharapkan menjadi awal pembiasaan perilaku peduli lingkungan yang dapat diteruskan dalam kegiatan sekolah.
Informasi yang tersedia belum memuat hasil evaluasi atau perubahan perilaku siswa setelah kegiatan.
Keberhasilan kampanye perlu dilihat melalui tindak lanjut dan praktik nyata yang dilakukan secara berkelanjutan.


