Rumipos.com, Makassar, Rabu, 21/10/2026 — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menginstruksikan seluruh camat dan lurah untuk meningkatkan patroli malam, mengaktifkan kembali pos ronda, dan memperkuat koordinasi dengan TNI-Polri guna menekan maraknya tawuran antarkelompok.
Instruksi Langsung dari Wali Kota
Instruksi tersebut disampaikan Munafri saat memimpin rapat koordinasi bersama seluruh camat dan lurah se-Kota Makassar di Balai Kota Makassar.
Rapat tersebut hadir juga jajaran Kodim 1408/Makassar, perwakilan Polrestabes Makassar bersama para kapolsek, Sekretaris Daerah Kota Makassar, serta jajaran asisten dan staf ahli.
Munafri menegaskan bahwa persoalan tawuran tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat keamanan.
Pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan harus mengambil peran aktif dengan turun langsung ke masyarakat dan membangun kolaborasi lintas sektor.
“Kejadian marak belakangan ini, perlu ditangani bersama-sama, karena itu, Pemerintah kota bersama TNI-Polri harus bergerak bersama untuk melakukan pencegahan dan memastikan persoalan ini bisa diselesaikan,” kata Munafri.
Patroli Malam dan Penguatan Pos Ronda
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Munafri meminta camat dan lurah, khususnya di wilayah rawan konflik, lebih intensif memantau kondisi lingkungan.
Mereka juga diminta membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat dan mengidentifikasi akar persoalan yang memicu perkelahian.
Sebagai tindak lanjut, patroli malam akan dilakukan secara rutin dengan melibatkan camat, lurah, Satpol PP, serta unsur TNI dan Polri.
Selain patroli, pemerintah kota akan memperkuat sistem keamanan lingkungan melalui pembenahan pos-pos ronda dan titik kumpul warga.
Pos ronda dan komunikasi aktif antarwarga menjadi bagian penting dalam membangun kewaspadaan bersama di tingkat lingkungan.
Munafri juga membuka peluang penambahan kamera pengawas atau CCTV di titik-titik yang dinilai rawan.
“Kalau ada wilayah yang kekurangan CCTV, sampaikan kepada camat dan secepatnya akan kita eksekusi,” kata Munafri.
Penindakan Tegas dan Edukasi Masyarakat
Munafri meminta aparat keamanan menindak tegas pihak luar yang terbukti terlibat memprovokasi konflik antarkelompok.
Masyarakat juga diingatkan agar tidak mudah terpancing provokasi di media sosial.
Sebagaimana diketahui, sejumlah konflik dapat bermula dari persoalan kecil yang kemudian membesar.
Pendekatan persuasif melalui komunikasi dengan tokoh masyarakat dan pemberdayaan warga perlu berjalan beriringan dengan penegakan hukum.
Pemerintah kota akan menegakkan kegiatan-kegiatan positif di tengah masyarakat agar energi generasi muda tersalurkan secara produktif.
“Tidak ada untungnya berkelahi sesama kita. Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun komunikasi, mencegah provokasi, dan melibatkan masyarakat dalam kegiatan-kegiatan positif,” ujar Munafri.
Tiga Tahapan Penanganan Konflik
Munafri menawulkan tiga tahapan utama dalam penanganan konflik.
Pertama, langkah preventif atau pencegahan, dengan memperkuat patroli keamanan dan memetakan titik rawan konflik.
Kedua, mengaktifkan pos ronda, membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat, serta memberikan edukasi hukum dan toleransi kepada generasi muda.
“Dialog terbuka antarkelompok juga perlu diperkuat untuk mengantisipasi kesalahpahaman dan mencegah persoalan kecil berkembang,” jelas Munafri.
Ketiga, langkah kuratif atau pemulihan pasca-konflik, dengan membangun kembali hubungan sosial yang sempat retak melalui rekonsiliasi.
Pemerintah Kecamatan dan kelurahan juga dapat menghadirkan ruang interaksi yang positif sekaligus mencegah konflik serupa terulang.
Keamanan untuk Semua
Dalam konteks Kota Makassar, pendekatan terpadu untuk menjaga keamanan tidak hanya berorientasi pada penertiban.
“Dengan kolaborasi yang konsisten, penanganan konflik kita harapkan tidak hanya memberikan solusi jangka pendek, tetapi juga menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif untuk jangka panjang,” tutup Munafri.
“Upaya ini tidak sekadar untuk meredam konflik yang telah terjadi, tetapi juga memperkuat deteksi dini, mengantisipasi potensi tawuran, dan memutus mata rantai kekerasan demi menjaga Kota Makassar tetap aman dan kondusif,” katanya.
“Tujuan utama langkah kita lakukan, bukan hanya meredam konflik yang sudah terjadi, melainkan memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman di lingkungan masing-masing,” tambah Munafri.





