Rumipos.com, Makassar, Minggu, 04/10/2026 — Seorang pemuda di Kota Makassar tewas dikeroyok sekelompok geng motor setelah sebelumnya terlibat kecelakaan lalu lintas, dengan luka berat termasuk anak panah busur tertancap di bagian kepalanya.
Identitas Korban dan Lokasi Kejadian
Korban yang diketahui berinisial MAM (24) adalah warga Perumnas Sudiang, Kelurahan Laikang, Kecamatan Biringkanaya, Menurut keterangan Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Jafar Ahmad, insiden tersebut terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya.
Saksi utama dalam kasus ini adalah seorang remaja berinisial MFS (16), yang juga mengalami luka berat dan saat ini dirawat di ruang intensif RS Dr. Tadjuddin Chalid.
Kronologi Serangan Kelompok Geng Motor
Insiden dimulai ketika sejumlah remaja, termasuk saksi bernama AR (21), sedang berkumpul di dekat bengkel motor di Jalan Dg. Ramang, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya.
Berikutnya, sekelompok orang mengendarai sekitar 12 unit sepeda motor sambil membawa senjata tajam seperti parang dan busur, lalu menuju ke lokasi tempat AR berada.
Rasa terancam membuat kelompok AR melakukan perlawanan dan mengejar pelaku ke arah Kabupaten Maros.
Pada perjalanan pengejaran tersebut, terjadi kecelakaan antara sepeda motor AR yang ditunggu oleh MAM dan MFS dengan sepeda motor teman korban bernama AG di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19.
Melihat kecelakaan itu, kelompok dari Maros pun kembali dan menyerang kelompok AR beserta korban yang baru saja kecelakaan.
MAM yang tidak sempat melindungi diri menjadi sasaran serangan oleh sekelompok geng motor hingga dinyatakan tewas di TKP.
MFS juga mengalami serangan sama namun selamat dan kini sedang dirawat di rumah sakit.
Identifikasi dan Penyelidikan Polisi
Jenazah korban MAM pun telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Makassar untuk dilakukan visum oleh tim Inafis Polrestabes Makassar.
Personel kepolisian juga melakukan olah TKP dan masih mengidentifikasi para pelaku serta mengungkap seluruh jaringan kejadian ini.
Kanit Reskrim Polsek Biringkanaya Iptu Mataram menduga kasus ini bermula dari jadwal pertempuran antar geng motor yang dikenal dengan istilistik COD.
“Kami menduga insiden ini berawal dari COD (tawuran), karena tidak biasa geng motor dari Maros masuk ke Daeng Ramang tanpa informasi sebelumnya,” ujar Mataram.
Polisi masih memastikan motif sebenarnya di balik kejadian ini agar pelaku dapat segera ditangkap dan dilapasukan sesuai hukum yang berlaku.
Dampak dan Respons Pihak Terkait
Kejadian ini telah menimbulkan kecemasan warga setempat, terutama mengingat kekerasan dengan senjata tajam dan busur yang digunakan dalam aksi penyerangan ini.
Pihak kepolisian berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini secara transparan dan memberikan kepastian hukum bagi korban.
Warga juga diimbau agar tidak terlibat konflik antar kelompok remaja yang berpotensi menimbulkan kekerusakan akibat penggunaan senjata atau alat tajam.
Sehopnya pihak kepolisian dapat segera mengamankan semua pelaku dan mencegah serangan serupa di masa mendatang.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kamtibmas di wilayah perkotaan agar keamanan dan ketertiban tetap terjaga.





