Rumipos.com, Jakarta, Kamis, 05/11/2026 — Jokowi mengungkap perjuangan menyusun skripsi di UGM, mengajukan judul tiga kali dan lulus dengan nilai A.
Perjuangan Jokowi Menyusun Skripsi di UGM
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan keterangannya dalam persidangan kasus dugaan pencemaran nama baik di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
Jokowi menjelaskan bahwa proses penyusunan skripsinya melibatkan pengajuan judul sebanyak tiga kali sebelum dosen pembimbing menyetujui.
Jokowi menyatakan, “Yang Mulia, dalam hal skripsi saya ingin menyampaikan bahwa skripsi ini kami buat dengan mengajukan proposal judul sampai tiga kali kepada dosen pembimbing skripsi saya, yaitu Prof. Dr. Ir. Achmad Soemitro,” kata Prof. Dr. Ir. Achmad Soemitro, Dosen Pembimbing, Kamis, 05/11/2026.
Judul yang disetujui adalah Studi tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kotamadya Surakarta.
Jokowi menjelaskan bahwa ujian skripsinya telah berlangsung.
Ia menyatakan bahwa ia lulus ujian skripsi dengan nilai A.
Jokowi menyebut dua dosen penguji, yakni Ir. Sofyan Warsito dan Ir. P. Burhanuddin.
Menurut Jokowi, meski memperoleh nilai A, skripsinya tetap mengalami sedikit perbaikan sebelum pencetakan.
Bagian sampul dan lembar pengesahan skripsinya dicetak di Percetakan Perdana, sementara halaman lainnya dibuat menggunakan mesin ketik manual.
Jokowi menjelaskan penggunaan huruf Times New Roman pada sampul skripsinya, yang sebelumnya menjadi sorotan dalam polemik dokumen akademik.
Ia menambahkan bahwa format huruf tersebut tidak hanya ditemukan pada skripsinya, tetapi juga pada dokumen lain yang dicetak di tempat yang sama.
Kesaksian Jokowi menjadi saksi dalam perkara yang melibatkan Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dokter Tifa.
Majelis hakim akan menilai seluruh keterangan dan bukti yang diajukan sebelum mengambil keputusan.
Kesimpulan perjuangan Jokowi menegaskan bahwa penulisan skripsi di universitas prestigious memerlukan ketekunan dan adaptasi, serta menunjukkan bahwa lulus dengan nilai A dapat dicapai melalui proses iteratif.
Publikasi skripsi Jokowi di UGM menjadi contoh bahwa pejabat negara dapat menakluk tantangan akademik.




