Indeks
banner 728x90

GAM Makassar Gelar Aksi Unjuk Rasa, Tuntut Penyelesaian Karhutla dan Evaluasi Kabinet

GAM Makassar Gelar Aksi Unjuk Rasa, Tuntut Penyelesaian Karhutla dan Evaluasi Kabinet
GAM Makassar Gelar Aksi Unjuk Rasa, Tuntut Penyelesaian Karhutla dan Evaluasi Kabinet
banner 468x60

Rumipos.com, Makassar, Selasa, 20/10/2026 — Puluhan mahasiswa Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) menggelar aksi unjuk rasa di Pertigaan Jalan AP Pettarani-Letjend Hertasning menuntut penyelesaian karhutla dan evaluasi kabinet.

Mahasiswa Blokade Jalan dan Bakar Ban

Aksi dimulai pada pagi hari dan menyebabkan arus lalu lintas macet parah.

banner 325x300

Massa membentangkan spanduk menuduh gagal total pemerintah Prabowo-Gibran menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama dua tahun.

Mereka menyampaikan empat tuntutan utama.

Tuntutan pertama mendesak pemerintah segera mengatasi karhutla di berbagai wilayah.

Kedua mendesak APH mencabut izin korporasi pembakar hutan.

Ketiga menyelesaikan kelangkaan migas di wilayah terdampak karhutla.

Keempat mencopot Menteri Kehutanan dan Menteri ESDM.

Beberapa massa membakar ban bekas di badan jalan dan memblokade ruas jalan.

Mereka juga menyandera sebuah mobil tronton untuk dijadikan mimbar orasi.

Terjadi Bentrok dengan Aparat

Awalnya aksi diamanani sedikit personel kepolisian.

Situasi berubah saat puluhan aparat kepolisian lengkap perlengkapan tiba di lokasi.

Mahasiswa dan aparat saling berhadapan hingga terjadi aksi saling dorong.

Massa tetap mempertahankan aksi dan menyuarakan tuntutan di tengah tekanan.

GAM Sebut Regulasi Lemah dan Penegakan Hukum Tak Berani

Jenderal Lapangan GAM Fahrul Fajri menilai karhutla bukan masalah yang berdiri sendiri.

“Kami menganggap bahwa persoalan kebakaran hutan dan lahan itu tidak bisa dipandang sebagai hal yang bersifat berdiri sendiri. Ada celah akses ataupun regulasi yang kemudian lemah, ada ketidakberanian aparat penegak hukum untuk menangkap dan mencegah terjadinya oknum yang melakukan pembakaran hutan secara luas dan semena-mena,”

kata Fahrul Fajri, Jenderal Lapangan GAM, Selasa, 20/10/2026.

Tuntut Transparansi 98 LP dan Evaluasi Kabinet

Panglima Besar GAM Fajar Wasis menanggapi pernyataan Kapolri baru soal 98 laporan polisi yang naik ke tahap penyidikan.

“Masyarakat membutuhkan kejelasan mengenai identitas individu maupun korporasi yang diduga terlibat, kami tunggu ketegasan daripada Kapolri untuk mengungkap siapa orangnya, siapa korporasinya, dan siapa-siapa saja yang terlibat di balik kebakaran hutan ini,”

kata Fajar Wasis, Panglima Besar GAM, Selasa, 20/10/2026.

Fajar juga meminta Presiden Prabowo melakukan evaluasi kabinet.

Mereka menuntut pencopotan Menteri Kehutanan Raja July Antony dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Peringatan Sebelum Kunjungan Presiden ke Sulsel

GAM menyoroti wacana kedatangan Presiden Prabowo Subianto ke Sulawesi Selatan.

“Kami berharap dan mengingatkan kepada Prabowo untuk segera menyelesaikan persoalan kebakaran hutan dan lahan ini sebelum menginjakkan kakinya di tanah Sulawesi Selatan,”

kata Fajar Wasis, Panglima Besar GAM, Selasa, 20/10/2026.

Mereka berharap pemerintah menunjukkan langkah nyata menangani karhutla sebelum kunjungan terlaksana.

banner 325x300
banner 728x90
Exit mobile version