Indeks
banner 728x90
Berita  

Viral Ibu di Makassar Ngamuk Gegara Bansos Anak Dicoret, Teriak Saya Bandar Sabu

banner 468x60

Seorang Ibu Meluapkan Emosi di Kantor Kelurahan Soal Bansos Anak

Rumipos.com, Makassar, Minggu, 27/09/2026 — Seorang ibu bernama Nuraeni meluapkan emosinya di Kantor Lurah Barana, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, setelah mengetahui nama anaknya tidak lagi terdaftar sebagai penerima bantuan sosial berupa beras. Video protesnya ramai beredar di media sosial.

Nuraeni Mengaku Anaknya Pernah Terima Bansos Desil 1

Nuraeni mengatakan anaknya sebelumnya tercatat dalam kategori Desil 1 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Ia menyebut anaknya pernah menerima sejumlah bantuan, mulai dari beras, minyak goreng, hingga uang tunai sebesar Rp900 ribu. “Saya tidak dapat tidak apa-apa, yang penting anak saya dapat. Anak saya Desil 1, alhamdulillah dapat Rp900.000, dapat beras, dapat minyak,” kata Nuraeni dengan nada tinggi dalam video tersebut, dikutip dari mediasulsel.id.

banner 325x300

Ibu Ini Menantang Pihak Kelurahan dengan Pernyataan Kontroversial

Nuraeni mengaku kecewa setelah mengetahui nama anaknya tidak lagi masuk dalam daftar penerima bantuan. Ia menduga perubahan data tersebut dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Emosinya kemudian memuncak saat berada di kantor kelurahan. Dalam video itu, Nuraeni melontarkan pernyataan yang kemudian menjadi sorotan warganet. “Saya bukan kacang-kacang. Saya bandar sabu!” ucapnya sambil menantang pihak kelurahan.

Belum Ada Keterangan Resmi dari Pihak Kelurahan Barana

Belum ada informasi yang menunjukkan bahwa ucapan tersebut merupakan pengakuan tindak pidana ataupun telah ditindaklanjuti aparat penegak hukum. Video protes tersebut menyebar luas dan memancing berbagai komentar dari warganet. Sebagian menyoroti cara Nuraeni menyampaikan protes, sementara lainnya mempertanyakan mekanisme perubahan data penerima bansos. Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Kelurahan Barana terkait alasan nama anak Nuraeni tidak lagi tercatat sebagai penerima bantuan.

banner 325x300
banner 728x90
Exit mobile version