Kemendag fasilitasi pengiriman cabai ke Halmahera Utara
Kementerian Perdagangan mengirim tujuh ton cabai rawit dari Probolinggo ke Halmahera Utara setelah harga di wilayah tersebut melonjak hingga Rp150 ribu per kilogram.
Budi Santoso, Menteri Perdagangan, mengatakan kerja sama pasokan diperlukan untuk menghubungkan daerah produsen dengan wilayah yang mengalami keterbatasan barang, Jumat, 30/10/2026.
Pengiriman dari Jawa Timur ke Maluku Utara bertujuan mengurangi kesenjangan harga antardaerah dan menjaga keterjangkauan bahan pokok menjelang Natal 2026 serta Tahun Baru 2027. Iqbal Shoffan Shofwan, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, menambahkan perdagangan antardaerah menjadi salah satu langkah untuk mengendalikan inflasi, Jumat, 30/10/2026.
Implikasi dan dampak pengiriman
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Halmahera Utara Nyoter Koenoe mengatakan tambahan pasokan diharapkan memperlancar distribusi dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Nyoter berharap penambahan pasokan dapat menekan harga cabai rawit di Halmahera Utara hingga di bawah Rp100 ribu per kilogram, Jumat, 30/10/2026.
Kemendag juga memanfaatkan program Gerai Maritim melalui Tol Laut dan Jembatan Udara untuk menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan. Program tersebut telah membantu menurunkan harga rata-rata sebesar 11,22 persen di wilayah yang dilayani, menurut catatan Kemendag.
Upaya ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mengendalikan inflasi dan memastikan ketersediaan bahan pokok di seluruh negeri.



