Rumipos.com, Makassar, Jumat, 09/10/2026 — KONI Kabupaten Jeneponto mengklaim anggaran sebesar Rp590 juta telah dicairkan penuh sejak April 2026, tetapi 14 dari 24 cabang olahraga masih belum menerima dana Porprov Sulsel.
Anggaran KONI dan Keluhan Cabor
Ketua PTMSI Jeneponto, Muslimin, S.Tp., M.M., mengatakan KONI belum pernah mengadakan rapat persiapan meski Porprov tinggal menghitung hari.
“Sampai sekarang KONI Jeneponto belum pernah melakukan rapat persiapan, padahal Porprov akan diselenggarakan pada 7–[TANGGAL]. Sekarang sudah tinggal menghitung hari. Kami di Cabor membutuhkan kepastian, bukan terus menunggu tanpa kejelasan,” kata Muslimin, S.Tp., M.M., Jumat, 09/10/2026.
Dari 24 cabor yang meloloskan atlet ke Porprov Sulsel 2026, 14 di antaranya belum menerima dana dari KONI Jeneponto, kata Muslimin.
“Tahun ini ada 24 Cabor yang berhasil meloloskan atletnya untuk berlaga di Porprov Sulsel, tetapi masih ada 14 Cabor yang belum menerima dana dari KONI Jeneponto. Padahal, kami sudah berjuang di Pra Porprov Sulsel 2026 kemarin,” ia menegaskan.
Kesiapan Kontingen dan Layanan Pendukung
Selain masalah dana, Muslimin juga menyoroti kebutuhan akomodasi, konsumsi, transportasi, dan operasional kontingen selama Porprov berlangsung di Bone dan Wajo.
“Jangan sampai persoalan anggaran belum selesai, sementara kebutuhan pemondokan, konsumsi, transportasi, dan kebutuhan atlet lainnya juga belum jelas. Ini harus direncanakan secara matang,” katanya.
Langkah Selanjutnya
Sejumlah ketua cabor berencana menyampaikan keluhan ke Bupati Jeneponto dan meminta Komisi IV DPRD memanggil pengurus KONI melalui rapat dengar pendapat.
“Kami berencana menyampaikan hal ini kepada Bapak Bupati dan berharap Komisi IV DPRD Jeneponto memanggil Ketua serta pengurus inti KONI,” kata Muslimin.
Ketua Komisi IV DPRD Jeneponto, Awaluddin Sinring, menyatakan rapat akan dijadwalkan pekan depan.
“Insya Allah minggu depan kami akan jadwalkan RDP untuk membahas hal tersebut. Mudah-mudahan bisa dilaksanakan Kamis atau Jumat pekan depan,” ujarnya.
Dengan waktu kurang dari satu bulan sebelum Porprov, klarifikasi anggaran dan kesiapan kontingen menjadi urgen agar atlet dapat fokus bertanding dan membawa nama baik Jeneponto.




