Rumipos.com, Gowa, Rabu, 23/09/2026 — Warga Bonto‑Bontoa, Gowa, memblokade Jalan Basoi Daeng Bunga dengan sampah setelah layanan pengangkutan tidak dilakukan selama sepekan.
Protes Sampah di Bonto‑Bontoa
Warga Kelurahan Bonto‑Bontoa, Kecamatan Somba Opu, menutup akses Jalan Basoi Daeng Bunga dengan tumpukan sampah pada Rabu (22/9) setelah layanan pengangkutan sampah rumah tangga di wilayah mereka tidak dilakukan selama tujuh hari.
Tumpukan sampah semakin tinggi di depan rumah‑rumah warga, menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu aktivitas sehari‑hari masyarakat sekitar.
Seorang warga, Daeng Gassing, mengatakan kondisi tersebut telah berlangsung sekitar satu pekan tanpa pengangkutan.
“Sampah di depan rumah sudah seminggu tidak diangkut. Bau busuknya sangat mengganggu,” katanya, Rabu, 23/09/2026.
Warga juga mengeluhkan bahwa beberapa orang dari luar wilayah sering membuang sampah di lokasi tersebut, sehingga volume sampah terus meningkat.
Di sisi lain, warga mempertanyakan mengapa layanan pengangkutan sampah masih berjalan di titik‑titik lain di Kecamatan Somba Opu.
Ketegangan meningkat ketika Lurah Bonto‑Bontoa Azis dan ketua RT mendatangi warga dan meminta agar tumpukan sampah yang menutup jalan disingkirkan.
Adu mulut terjadi antara warga dan aparat pemerintah setempat karena masyarakat meminta kepastian waktu pengangkutan sampah.
Lurah Bonto‑Bontoa Azis mengatakan pihaknya memahami kekecewaan warga atas keterlambatan pengangkutan. “Kami minta separuh jalan dibuka dulu agar bisa dilalui, dan kami upayakan pengangkutan sampah selesai besok pagi,” katanya, Rabu, 23/09/2026.
Situasi mereda setelah anggota DPRD setempat dan Camat Somba Opu turun ke lokasi dan melakukan mediasi.
Dalam mediasi, warga bersedia membuka sebagian akses jalan, tetapi meminta agar seluruh tumpukan sampah di kawasan tersebut segera diangkut keesokan harinya.
Warga berharap masalah pengangkutan sampah tidak terulang lagi karena berdampak langsung pada kebersihan lingkungan, kenyamanan, dan aktivitas masyarakat.



