Perluasan Akses Aset Tertokenisasi untuk Investor Indonesia
Rumipos.com, Jakarta, Jumat, 25/09/2026 — PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform investasi aset crypto yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memperluas akses investor Indonesia terhadap aset dunia nyata yang ditokenisasi atau tokenized real-world assets (RWA) melalui kolaborasi strategis dengan Ondo Finance.
Kolaborasi ini dipaparkan dalam Pintu VIP Private Media Gathering yang digelar di Veranda, Pakubuwono, Jakarta Selatan.
Kehadiran Pintu VIP Private untuk Investor Premium
PINTU juga memperkenalkan perkembangan layanan Pintu VIP Private yang ditujukan bagi nasabah dengan volume transaksi dan aset kelolaan tertentu.
Presiden Direktur PINTU Andy Putra mengatakan, kebutuhan trader premium di Indonesia terus berkembang seiring makin matangnya ekosistem aset crypto di Indonesia.
Menurut Andy, investor premium tidak hanya mempertimbangkan potensi imbal hasil, tetapi juga membutuhkan layanan personal, respons cepat, serta aspek keamanan dan kepatuhan.
“Pintu VIP Private hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan mengedepankan prinsip keamanan, kepatuhan, dan perlindungan nasabah yang menjadi fondasi utama PINTU sejak awal berdiri,” ujar Andy.
Kontribusi Pengguna VIP Meningkat Signifikan
Berdasarkan data internal PINTU sepanjang semester I 2026, pengguna VIP disebut menyumbang lebih dari 40 persen volume perdagangan di platform.
Kontribusi tersebut berasal dari perdagangan spot maupun futures, dengan pengguna VIP menyumbang lebih dari 40 persen total volume perdagangan spot dan lebih dari 30 persen volume perdagangan futures.
PINTU mencatat pangsa volume perdagangan pengguna VIP di lini futures meningkat dari lebih dari 20 persen pada Februari 2026 menjadi lebih dari 35 persen pada Mei 2026.
Perkembangan tersebut menunjukkan meningkatnya aktivitas trader berpengalaman pada instrumen derivatif aset crypto.
Layanan Personal dan Mekanisme Match bagi Nasabah
Pintu VIP Private memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan status VIP reguler dan ditujukan bagi nasabah yang memenuhi kualifikasi internal berdasarkan volume perdagangan dan aset kelolaan dalam jumlah tertentu.
PINTU juga membuka peluang status match bagi nasabah yang memiliki status setara dari platform aset crypto lain.
Nasabah yang memenuhi kualifikasi mendapatkan sejumlah layanan personal, termasuk relationship manager pribadi, promosi eksklusif, serta dukungan prioritas dalam transaksi.
Kolaborasi dengan Ondo Finance Perluas Pilihan Aset
PINTU memperkuat kolaborasinya dengan Ondo Finance untuk memperluas pilihan aset tertokenisasi bagi investor Indonesia.
Aset dunia nyata yang ditokenisasi atau RWA merupakan salah satu perkembangan dalam industri aset digital yang memungkinkan representasi aset tertentu dalam bentuk token berbasis teknologi blockchain.
Andy mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya PINTU memperluas pilihan investasi digital yang dapat diakses investor Indonesia.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi yang terjalin baik dengan Ondo Finance dalam menghadirkan lebih banyak pilihan aset tertokenisasi bagi pengguna PINTU,”
Ia menyebut RWA dapat memberikan investor akses terhadap eksposur aset global secara fractional atau pecahan.
“RWA membuka jalan bagi investor Indonesia untuk memiliki eksposur terhadap aset-aset kelas dunia, mulai dari saham global, indeks, hingga komoditas yang bisa didapat secara fractional dan terjangkau, tanpa harus keluar dari ekosistem yang teregulasi,”
Daftar Aset Tertokenisasi Berkembang Pesat
PINTU menyebut telah mencantumkan aset tertokenisasi Ondo sejak Desember 2025, dengan empat token yang tersedia pada tahap awal.
Jumlah tersebut kemudian berkembang menjadi hampir 50 token, dan PINTU menargetkan daftar aset tertokenisasi Ondo dapat berkembang hingga ratusan aset sepanjang 2026.
Andy mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari visi jangka panjang PINTU untuk membangun marketplace saham tertokenisasi dan RWA bagi investor Indonesia.
Akses Saham, ETF, Indeks, hingga Komoditas
Aset tertokenisasi yang tersedia di PINTU mencakup sejumlah kategori aset global, termasuk saham perusahaan seperti Apple dan NVIDIA, exchange-traded fund (ETF), indeks seperti S&P 500 dan NASDAQ, serta komoditas seperti emas dan perak.
PINTU menyebut aset tersebut dapat diakses melalui satu aplikasi dan didenominasikan dalam Rupiah.
Investor juga dapat membeli aset secara fractional mulai dari Rp11.000, serta memperdagangkannya selama 24 jam tanpa mengikuti jam perdagangan bursa konvensional.
PINTU menyebut transaksi penjualan dikenakan pajak final 0,21 persen dan tidak terdapat biaya transaksi tersembunyi.
Ondo Finance: Indonesia Pasar Potensial di Asia Pasifik
Senior Director Asia Pacific Ondo Finance Rania Rahardja mengatakan, perkembangan RWA secara global membuka peluang baru bagi investor untuk memperoleh akses terhadap aset pasar global melalui teknologi blockchain.
Menurut Rania, Indonesia memiliki potensi sebagai salah satu pasar penting di kawasan Asia Pasifik.
“Potensi tokenized real-world assets secara global sangat besar, dan Indonesia semakin menunjukkan potensinya sebagai salah satu pasar yang paling menarik di kawasan Asia Pasifik,”
Ia mengatakan kolaborasi dengan PINTU diarahkan untuk menghadirkan saham dan ETF global secara on-chain dengan aksesibilitas, likuiditas, dan transparansi yang lebih baik.
“Kolaborasi ini menjadi langkah awal untuk bersama-sama membangun peluang yang lebih besar di Indonesia,”
Tren Global dan Peringatan Risiko
Secara global, tokenisasi aset dunia nyata menjadi salah satu segmen yang berkembang dalam industri aset digital.
PINTU menyebut nilai aset RWA on-chain di luar stablecoin telah tumbuh sekitar empat kali lipat dalam setahun terakhir hingga berada pada kisaran USD25 miliar sampai USD35 miliar.
Perkembangan tersebut antara lain didorong oleh keterlibatan sejumlah institusi keuangan global.
Andy menegaskan, ekspansi produk digital tetap harus disertai pemahaman terhadap risiko investasi.
“Namun kami tetap mengingatkan bahwa investasi aset crypto dan aset tertokenisasi memiliki risiko tinggi serta volatilitas yang signifikan, sehingga calon investor perlu memahami profil risiko masing-masing sebelum mengambil keputusan investasi,”
PINTU menyatakan akan terus mengembangkan layanan premium dan memperluas pilihan aset digital, termasuk melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, dengan tetap mengacu pada koridor regulasi yang berlaku.



