Rumipos.com, Enrekang, Selasa, 27/10/2026 — Wilayah pegunungan Enrekang rentan terhadap banjir dan angin kencang akibat perubahan tata kelola lahan yang mengurangi tutupan vegetasi.
Alih Fungsi Lahan ke Perkebunan Bawang
Pohon membantu menjaga keseimbangan ekosistem.
Pohon juga berfungsi menyerap air, menahan tanah, dan mengurangi paparan angin.
Beberapa kawasan di Enrekang yang sebelumnya ditumbuhi pepohonan diubah menjadi lahan perkebunan bawang.
Perubahan ini terjadi seiring dengan prioritas kepentingan ekonomi di atas kelestarian alam.
Kerusakan Akibat Cuaca Ekstrem
Hujan deras disertai angin kencang melanda Malele, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang.
Pantauan dan rekaman yang dibagikan akun Enrekang Dekat menunjukkan sejumlah rumah mengalami kerusakan.
Angin kencang juga dicatat melanda Desa Taulo, Kecamatan Alla.
Kejadian ini menyangkut rumah, rasa aman, serta kehidupan masyarakat yang terdampak.
Evaluasi Tata Kelola Lingkungan
Wilayah pegunungan yang menghadapi cuaca ekstrem memerlukan perhatian lebih terhadap kesiapsiagaan bencana.
Kondisi lingkungan dan tata kelola pemanfaatan lahan perlu dievaluasi kembali.
Lahan pertanian yang menghasilkan keuntungan tidak akan banyak berarti jika keseimbangan alam di sekitarnya terabaikan.
Pemerintah perlu memastikan pemanfaatan lahan sesuai dengan daya dukung lingkungan.
Kawasan yang memiliki fungsi ekologis penting tetap harus terlindungi.
Masyarakat perlu mendapatkan pendampingan untuk menerapkan praktik pertanian yang berkelanjutan.
Mitigasi bencana, pemetaan kawasan rawan, serta kesiapan menghadapi cuaca ekstrem harus menjadi perhatian bersama.
Pertanian dan kelestarian alam harus berjalan beriringan.
Alam bukan sumber daya tanpa batas yang dapat dieksploitasi tanpa konsekuensi.
Enrekang membutuhkan lingkungan yang mampu menopang kehidupan, bukan hanya lahan produktif.
Jangan sampai upaya mengejar hasil dari tanah membuat kita lupa menjaga alam yang selama ini memberi kehidupan.



