Rumipos.com, Lahat, Selasa, 22/09/2026 — Seorang PNS di Kabupaten OKI tewas setelah diduga ditusuk istrinya sendiri di depan Kantor Inspektorat Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Senin lalu.
Korban yang diketahui bernama Anton (32) mengalami luka serius hingga tidak bernyawa di lokasi kejadian.
Peristiwa ini diduga bermula ketika istri korban yang berinisial DLAB mendatangi kantor suaminya untuk meminta uang biaya pengobatan anak mereka yang sedang sakit.
DLAB diketahui datang bersama anaknya yang masih tujuh bulan, namun pertemuan ini justru berujung pada cekcok hingga aksi penusukan.
Kasubbid Penmas Polda Sumatera Selatan, Kompol I Putu Suryawan, menjelaskan bahwa DLAB diduga telah membawa sebilah pisau panjang sekitar 30 sentimeter dalam tasnya sebelum menemui korban.
Setelah cekcok terjadi, pelaku kemudian mengeluarkan pisau dan menusuk korban beberapa kali, kata Putu.
Anton mengalami luka di bagian tubuh dan wajah, lalu dinyatakan tewas di lokasi kejadian.
Usai kejadian, DLAB dilaporkan meninggalkan lokasi dan bergerak ke Kantor Inspektorat Kabupaten OKI.
Polisi yang ada di sekitar lokasi langsung mengamankan DLAB beserta barang bukti, termasuk pisau dan pakaian korban.
Jenazah Anton dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk otopsi.
Hingga keterangan tersebut disampaikan, DLAB masih dalam pemeriksaan penyidik Satreskrim Polres OKI untuk mengungkap motif dan kronologi lengkap kejadian.
Belum ada penjelasan resmi terkait pasal yang disangkakan atau kondisi anak pasangan di bawah lima tahun tersebut setelah kejadian.
Polisi masih mendalami keterangan saksi dan tersangka guna memastikan seluruh fakta terkait insiden ini.
Insiden ini menyoroti kondisi keuangan dan tekanan psikologis keluarga, terutama terkait biaya kesehatan yang meningkat.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk menyelesaikan konflik melalui mediasi atau konseling, bukan aksi kekerasan.
Penggunaan senjata tajam dalam konflik domestik dapat berujung pada luka parah atau kematian, sebagaimana kasus ini.
Pelayanan konseling gratis tersedia melalui layanan kesehatan mental di berbagai puskesmas dan klinik.
Warga juga dapat menghubungi Layanan Kesehatan Gratis 1500567 di berbagai kota untuk dukungan emosional dan bimbingan konflik keluarga.
Kejadian ini mengingatkan pentingnya komunikasi efektif dan pengelolaan emosi dalam menghadapi tekanan keuangan keluarga.
Penyelidikan terhadap kasus ini akan dilanjutkan untuk memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya.
Polisi menekankan bahwa tindakan kekerasan dalam rumah tangga tidak dapat dibiarkan dan akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.
Setiap keluarga diharapkan proaktif mencari solusi damai saat menghadapi isu keuangan atau kesehatan.
Program bantuan sosial dan kartu kesehatan juga dapat diakses untuk mengurangi beban biaya pengobatan.
Pencegahan konflik dan penanganan dini dapat mencegah tragedi seperti ini terjadi di masa depan.
Pihak kepolisian akan terus memantau dan mendukung penyelidikan ini hingga tuntas.
Kami akan memperbarui informasi ini begitu ada perkembangan resmi dari penyidik.
Semoga kasus ini menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk menyelesaikan perselisihan secara nonkekerasan.
Polisi juga mendesak agar masyarakat segera melaporkan tanda-tanda kekerasan sebelum eskalasi menuju aksi fatal.
Jika Anda atau seseorang yang diketahui mengalami tekanan dalam keluarga, segera hubungi layanan darurat 110.
Dukungan psikologis gratis tersedia untuk para korban kekerasan sebagaimana diatur dalam kebijakan nasional.
Polisi akan terus bekerja sama dengan pihak terkait untuk memastikan keamanan dan keadilan.
Penyelidikan ini juga akan mengkaji apakah ada faktor penyebab lain yang mendasari konflik ini.
Setiap anggota kepolisian siap mendengarkan laporan masyarakat untuk mencegah aksi kekerasan.
Berita ini akan kami lanjutkan setelah pemeriksaan lebih lanjut selesai dilakukan.
Kami mengutip pernyataan resmi Kompol I Putu Suryawan, Selasa, 22/09/2026.
Anton dilaporkan tewas akibat luka yang dialami akibat penusukan, sesuai laporan saksi dan dokumentasi kejadian.
DLAB diamankan bersama barang bukti di lokasi kejadian, kata Putu.
Pemeriksaan saksi dan tersangka masih berlangsung untuk memastikan fakta hukum lengkap.
Polri mengimbau agar konflik keluarga diselesaikan secara damai dan tidak melalui aksi kekerasan.
Informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah tahap penyelidikan selesai.



