Keluarga mempertanyakan penanganan medis
Rumipos.com, Makassar, Selasa, 27/10/2026 — Seorang anak berusia 4 tahun 8 bulan, Aurelia Amaseira, dirawat kritis di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar setelah mengalami kejang-kejang tak lama setelah menerima obat dari petugas kesehatan rumah sakit.
Awalnya Aurelia dibawa ke rumah sakit karena demam tinggi. “Kondisinya baik-baik saja saat masuk karena demam tinggi. Setelah diberikan obat, langsung kejang-kejang. Kami tidak tahu obat apa yang diberikan,” kata Febi Mustika, tante pasien, Selasa, 27/10/2026.
Keluarga merasa panik saat Aurelia kejang dan kondisinya memburuk. Mereka meminta dokter yang bertanggung jawab untuk segera melakukan pemeriksaan.
Menurut Febi, keluarga justru mendapat jawaban bahwa dokter tidak bisa diganggu. Ia hanya melihat perawat berada di ruang perawatan.
Kekhawatiran meningkat setelah Febi melihat tangan Aurelia membiru. Pasien dirawat di ruang NICU RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar.
Keluarga juga diminta menandatangani persetujuan tindakan medis berupa pembuatan lubang pada leher pasien. Mereka belum mendapat penjelasan detail tentang alasan, manfaat, dan risiko tindakan tersebut.
Febi berharap dokter yang menangani Aurelia dapat menjelaskan kondisi medis pasien secara langsung sebelum tindakan lebih lanjut diambil.
Hingga kini rumah sakit belum memberikan keterangan resmi tentang penyebab kejang, diagnosis pasien, maupun alasan tindakan pada leher pasien.
Tuntutan klarifikasi dan intervensi
Merasa khawatir terhadap keselamatan keponakannya, Febi meminta Dinas Kesehatan menindaklanjuti keluhan keluarga mengenai pelayanan medis di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar.
Ia berharap dilakukan penelusuran objektif terhadap seluruh rangkaian penanganan, mulai dari pemeriksaan awal, pemberian obat, hingga tindakan medis yang direncanakan.
“Kalau ada apa-apa dengan keponakan saya, siapa yang bertanggung jawab? Saya meminta Dinas Kesehatan menindaklanjuti persoalan ini,” tegas Febi, Selasa, 27/10/2026.
Keluarga juga meminta penjelasan mengenai dokter penanggung jawab pelayanan pasien dan alasan keterlambatan pemeriksaan yang mereka keluhkan.
Aurelia merupakan warga yang berdomisili di kawasan Daya, Kota Makassar.
Pihak rumah sakit belum memberikan klarifikasi resmi terkait keluhan keluarga pasien.
Keterangan rumah sakit diperlukan untuk mengetahui kronologi pelayanan, tindakan yang telah diberikan, serta kondisi pasien secara menyeluruh.
Masalah ini juga menjadi perhatian terkait pentingnya komunikasi antara tenaga medis dan keluarga pasien, terutama ketika pasien anak mengalami kondisi kritis.
Hospital perlu diberi kesempatan menjelaskan penanganan yang dilakukan agar informasi yang diterima masyarakat berimbang dan tidak menimbulkan kesimpulan sebelum fakta medis dipastikan.



